Rabu, 30 Januari 2013

SELAMAT



Karna sudah membaca Blogku. ini! anda dapat hadiah:
Digital LG!

Pilih yg anda suka :
1. Digi-Last Mobil
2. Digi-Link Truk
3. Digi-Ring Polisi
4. Digi-Git Anjing
5. Digi-Lir Banci

Silakan pilih yang mana???

Sabtu, 26 Januari 2013

Sistem EFI (Elektrik Fuel Injection)

E. Pengertian Sistem Efi
   Sebuah sistem penyemprotan bahan bakar yang dalam kerjanya dikontrol secara elektronik agar didapatkan nilai campuran udara dan bahan bakar selalu sesuai dengan kebutuhan motor bakar, sehingga didapatkan daya motor yang optimal dengan pemakaian bahan bakar yang minimal serta mempunyai gas buang yang ramah lingkungan.
    1.Prinsip Kerja Sistem EFI
Istilah sistem injeksi bahan bakar (EFI) dapat digambarkan sebagai suatu sistem yang menyalurkan bahan bakarnya dengan menggunakan pompa pada tekanan tertentu untuk mencampurnya dengan udara yang masuk ke ruang bakar. Pada sistem EFI dengan mesin berbahan bakar bensin, pada umumnya proses penginjeksian bahan bakar terjadi di bagian ujung intake manifold/manifold masuk sebelum inlet valve (katup/klep masuk). Pada saat inlet valve terbuka, yaitu pada langkah hisap, udara yang masuk ke ruang bakar sudah bercampur dengan bahan bakar. Secara ideal, sistem EFI harus dapat mensuplai sejumlah bahan bakar yang disemprotkan agar dapat bercampur dengan udara dalam perbandingan campuran yang tepat sesuai kondisi putaran dan beban mesin, kondisi suhu kerja mesin dan suhu atmosfir saat itu. Sistem harus dapat mensuplai jumlah bahan bakar yang bervariasi, agar perubahan kondisi operasi kerja mesin tersebut dapat dicapai dengan unjuk kerja mesin yang tetap optimal.

Sistem Injeksi Bahan Bakar (Fuel Injection)

D. Sistem Injeksi bahan bakar
  Sistem Injeksi atau yang juga di kenal dengan istilah fuel injection merupakan sebuah cara keja mekanis yang menggunakan teknologi sebagai pengontrol yang mampu mengatur pasokan bahan bakar serta juga udara ke dalam ruang pembakaran secara cepat,tepat,proporsional sekaligus optimal. Sistem Injeksi akan mengatur jumlah campuran pasokan bahan bakar dan udara yang tercampur akan menyesuaikna komposisi konsumsi bahan bakar sesuai dengan keadaan mesin.
  Sistem tersebut di mulai pada saat bensin mengalir dari tangki kendaraan yang kemudian menuju kepada tahapan atomisasi bahan bakar yang disemprotkan melalui dua throttle valve. Proses atomisasi adalah merupakan sebuah proses di mana bahan bakar mengalami tekanan tinggi dan pemampatan yang kemudian proses yang di hasilkan adalah berupa asap atau partikel kabut.

Pengertian Tune Up

C. Tune Up 
tune-up berarti penyetelan. Pada kendaraan bermotor tune-up bermakna penyetelan kembali mesin kendaraan agar dapat kembali atau mendekati kondisi kerja optimum. Seperti yang sudah pernah kita singgung di tulisan sebelumnya bahwa di dalam mesin banyak sekali komponen mesin yang bergerak. Gerakan-gerakan komponen kendaraan dalam kurun waktu tertentu akan menyebabkan komponen-komponen tersebut berubah setelannya.
Langkah-langkah yang dilakukan kurang lebih sama antara mesin bensin dan mesin diesel. Untuk mesin bensin, pada mesin konvensional langkah-langkah yang dilakukan antara lain:


  • Penyetelan kembali sistem pengapian. Pada kendaraan yang masih menggunakan platina dan kondensor sebagai penghantar arus listrik dari koil ke busi, kondisi platina dan kondensor akan diperiksa, apabila sudah terjadi keausan, maka platina dan kondensornya akan diganti. Selanjutnya adalah pengecekan kondisi busi, apabila busi sudah berwarna hitam pada bagian bawah elektrodanya, dan elektrodanya sudah aus, maka busi harus diganti. Semua busi sebaiknya dilakukan penggantian agar kondisi pengapian tidak pincang. Setelah busi diganti, dilanjutkan dengan pengaturan derajat pengapian sesuai dengan standarnya dengan cara memutar distributor (montir kerap menyebutnya dengan delko) dengan bantuan timing light sebagai indikatornya. Apabila kendaraan kita menggunakan sistem CDI sebagai penghantar arusnya, langkah yang dilakukan cukup dengan penggantian busi dan pada kendaraan yang derajat pengapiannya masih bisa distel secara manual, sama dengan langkah diatas, dilakukan penyetelan derajat pengapian..
Selain penyetelan dan pembersihan tadi, sebaiknya saat tune-up juga dibarengi dengan penggantian oli kendaraan. Oli mesin idealnya diganti secara berkala, yang intervalnya bergantung pada jenis oli yang dipakai. Saat ini rata-rata oli sintetis maupun semi sintetis menganjurkan penggantian oli setiap 5000 km hingga 10000 km. Untuk oli transmisi dan gardan (untuk kendaraan berpenggerak roda belakang) sebaiknya diganti mengikuti anjuran dari pabrikan oli masing-masing, namun rata-rata penggantian oli transmisi dan gardan berlaku pada interval 10000 km.
Sebagai tambahan, untuk mesin kendaraan yang menggunakan timing belt, ada baiknya memeriksa kondisi dari timing beltnya. Sebagai acuan umur pakai timing belt, bisa berpatokan pada informasi yang terdapat pada buku pedoman pemilik kendaraan/owners manual book. Ada kendaraan yang mensyaratkan penggantian timing belt setiap 20000 km, 40000 km bahkan 100000 km

Senin, 14 Januari 2013

5 ILMU OTOMOTIF

A. PENGERTIAN SUSPENSI
            1.Sistem suspensi adalah salah satu bagian chasis yang berungsi untuk memberikan kenyamanan bagi pengendara atau penumpang. Sistem suspensi terletak antara body kendaraan dan roda. Konstruksinya di buat sedekimian rupa sehingga kendaraan dapat berjalan dengan nyaman dan aman.
            2. Prinsip Kerja.Saat roda roda menerima kejutan dari permukaan jalan, maka akan diteruskan ke lower maupun upper arm, lalu gaya tersebut ditahan oleh pegas dan mengakibatkan terjadinya pemendekan dan pemanjangan pegas, kemudian gaya pemegasan diperhalus oleh peredam getaran (shock absorber) agar tidak terjadi oksilasi berlebihan. Hal ini memungkinkan roda roda tetap menapak pada jalan.
            3. Fungsi Suspensi :
- Menyerap getaran, oskilasi dan kejutan akibat pengaruh dari permukaan jalan yang tidak rata.
- Memindahkan gaya pengereman dan gaya gerak ke bodi.
- Menopang bodi pada axle dan memelihara letak geometris antara roda 

          4. Jenis Suspensi :
a. Suspensi Rigid
  Sifat - sifat umum :
• gerakan salah satu roda mempengaruhi roda yang lain
• konstruksi sederhana, perawatan mudah
• gerakan pemegasan sedikit mempengaruhi geometri roda 

b. Suspensi Indenpenden 
  Sifat - sifat umum :
• gerakan salah satu roda tidak mempengaruhi roda lain
• konstruksi agak rumit
• membutuhkan sedikit tempat 

         5. Persyaratan Suspensi 
- Dapat mengurangi vibrasi dan tumbukan .
- Dapat melindungi body, penumpang dan muatan
- Dapat menyalurkan tenaga dorong dan tenaga pengereman .

- Dapat menjaga roda agar posisinya benar selaras dengan bodynya seperti ditentukan sebelumnya.
- Dapat menjaga kemampuan untuk bergerak 



B. Sistem AC ( Air Conditioner )
    AC adalah akronim dari kata Air Conditioner yang berarti pengkondisian udara. Sebuah peralatan air conditioner dipergunakan untuk:
  1. mengatur suhu udara
  2. mengatur sirkulasi udara
  3. mengatur kelembaban (humidity) udara
  4. mengatur kebersihan udara 
Air conditioner mempertahankan kondisi udara baik suhu dan kelembabannya  agar nyaman dengan cara sebagai berikut:
  1. pada saat suhu ruangan tinggi air conditioner akan mengambil panas dari udara sehingga suhu udara di ruangan turun. Sebaliknya saat suhu ruangan rendah air conditioner akan memberikan panas ke udara sehingga suhu udara akan naik.
  2. Bersamaan dengan itu kelembaban udara juga dikurangi sehingga kelembaban udara dipertahankan pada tingkat yang nyaman. 
Fungsi sistem AC pada mobil
  • Memberikan udara sejuk ke dalam ruangan kendaraan
  • Menghindari udara kotor masuk ke dalam ruangan
  • Menghilangkan dengan cepat kondensasi pada kaca mobil waktu hujan atau udara lembab